Mbak Ita Optimistis Kunjungan Wisata di Kota Semarang Meningkat Akhir Tahun

oleh

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu optimistis bahwa kunjungan wisatawan akan meningkat saat libur Tahun Baru 2024. Meski sudah ada kenaikan pengunjung pada libur Natal, namun angka kunjungan wisata akan semakin bertambah saat pergantian tahun nanti.

Sebagai informasi, kunjungan wisata ke Kota Semarang pada 2022 mencapai 5,3 juta orang, dan pada tahun ini Pemerintah Kota Semarang menargetkan kunjungan bisa mencapai 7,2 juta wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita mengatakan, selain destinasi wisata yang telah disiapkan untuk menyambut libur akhir tahun, pihaknya juga menggarap sektor kuliner guna menarik wisatawan datang ke Kota Semarang.

Ita memberikan beberapa rekomendasi makanan-makanan khas Kota Semarang yang wajib dicicipi wisatawan luar daerah.

“Selain lunpia dan bandeng presto yang sudah menjadi makanan khas Kota Semarang, Kota Atlas juga memiliki banyak kuliner yang patut dicoba. Di antaranya tahu gimbal, mi kopyok, dan gulai Bustaman. Tapi di luar itu masih banyak pilihan lain kuliner yang enak dan enak banget,” katanya, baru-baru ini.

Selain itu, beberapa destinasi wisata di Kota Semarang saat ini juga sudah ditata dengan baik. Dari wilayah Barat ada Taman Margasatwa Semarang Zoo dan Taman Lele yang kini menjadi salah satu jujugan wisatawan lokal.

Bilamana ingin mengunjungi kawasan heritage, katanya, wisatawan tinggal menuju ke perkotaan dan akan menemukan kawasan Kota Lama dan Lawang Sewu.

Kemudian dari dua tempat itu dekat pula wisata religi yakni Gereja Blenduk, Kelenteng Sam Poo Kong, dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

“Kalau wisata air, ada Pantai Marina, Taman Maerokoco, Pantai Tirang, dan Waduk Jatibarang. Ada juga Goa Kreo yang jadi alternatif wisata alam dan sejarah,” ujarnya.

Ita yakin kunjungan wisata ke Kota Semarang akan semakin meningkat tahun ini. Apalagi Semarang menjadi titik tengah yang kerap kali dilewati pemudik dari Jakarta, Bandung, dan daerah lain ketika hendak menuju ke Surabaya atau wilayah lain di Jawa Timur.

“Tentu wisatawan pasti banyak meski memang pasti terpecah. Karena ada yang ke Jogja, Solo, Surabaya. Dan awalnya pasti akan ke Semarang karena jadi titik tengah,” kata Ita.

“Kemarin saya monitor paling banyak yang dikunjungi adalah oleh-oleh di Jalan Pandanaran. Ya, kami harapkan wisatawan bisa kerasan sampai tahun baru,” sambungnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.