Diancam Pakai Sajam Saat Berkendara, Tiga Korban Panik dan Alami Kecelakaan Tunggal

oleh
MAGELANG – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Kalimas, tepatnya di depan Bengkel Las Star Dusun Gata, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Sepeda motor matic Vario yang dinaiki tiga pelajar menabrak sebuah pohon. Mereka merasa ketakutan setelah dikejar pelajar lain membawa senjata tajam (sajam). Kejadian itu terjadi pada Senin (2/10/2023) sekitar pukul 16.05 WIB.
Kapolresta Magelang AKBP Ruruh Wicaksono, melalui Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol Rifeld Constantin Baba mengungkapkan sebelum mengalami kecelakaan ketiga anak itu mengendarai sepeda motor dari arah Pucang.
“Sesampainya di Dusun Kebanan, Desa Pirikan, Kecamatan Secang, ketiganya melihat ada segerombolan anak yang asyik nongkrong di pinggir jalan. Diduga karena takut, ketiga anak itu berhenti kemudian memutar balik ke arah pertigaan Tugu Pucang,” ujar Kompol Rifeld dalam keterangannya, Selasa (3/10/2023).
Saat balik arah itu, lanjut Rifeld, mereka dikejar oleh dua anak yang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter warna biru hitam. Pembonceng yang mengejar membawa sajam jenis golok yang diayunkan ke arah ketiga korban.
“Karena panik, sepeda yang dikendarai oleng ke kiri. Sehingga menabrak pohon di tepi jalan. Mereka pun tarjatuh dan mengalami luka-luka. Setelah kejadian tersebut, dua pelaku pengejaran itu langsung kabur meninggalkan para korban,” ungkapnya.
Korban berinisial RDS selaku pengemudi mengalami luka di tangan dan lutut kiri, AF mengalami patah tulang kaki kiri, wajah dan bibir lecet. Sementara korban SR mengalami lecet pada tangan dan kaki kiri. Beruntung, ketiganya masih dalam kondisi sadar.
Atas kejadian itu, salah satu dari orang tua korban melapor ke polisi. “Berdasar laporan tersebut Polresta Magelang melakukan penyelidikan dan penyidikan peristiwa pengancaman dengan sajam ini,” terang Rifeld.
Dari hasil penyelidikan, Polresta Magelang berhasil mengamankan anak yang berkonflik hukum berinisial MLA (16) asal Temanggung. Dia diduga telah mengancam para korban dengan sajam.
Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sepeda motor dan sajam jenis golok.
“Pelaku anak ini telah melanggar Pasal 2 ayat (1) UURI No 12 Tahun 1951, Undang-Undang Darurat tentang membawa sajam penikan dan penusuk, dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun,” ujar Rifeld.

No More Posts Available.

No more pages to load.