Wujud Kerukunan Umat Beragama, Pemkot Semarang dan PHDI Kembali Gelar Festival Ogoh-Ogoh

oleh

SEMARANG – Memantapkan posisi sebagai salah satu kota Toleran di Indonesia, Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu turut menyaksikan dan mengawal Karnaval Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh sebagai upaya untuk terus mengedepankan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk memperingati Hari Raya Nyepi dan Hari Ulang Tahun Kota Semarang yang ke-476.

“Saya menyaksikan dan mengawal Karnaval Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh untuk memperingati Hari Raya Nyepi dan Hari Ulang Tahun kota Semarang ke-476. Tentu ini merupakan bentuk bagaimana kota Semarang sangat mengedepankan semangat NKRI. Tadi kita sudah melihat, semua masyarakat lintas agama juga ikut mensupport, mendukung kegiatan ini,” ujar perempuan yang akrab disapa mbak Ita di Halaman Balaikota Semarang, Minggu (30/4).

Dirinya juga bertekad untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini dengan skala yang lebih besar.
“Ke depannya, tadi terbesit keinginan kita dengan teman-teman semua. Ini harus kita lanjutkan dan kita punya ide untuk 17 Agustus bisa lebih besar dan lebih Bhinneka Tunggal Ika lagi, sehingga ini bisa menjadi momentum kebangkitan kita setelah pandemi Covid-19,” ucapnya.

Mbak Ita juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bisa menjadi salah satu upaya pendidikan karakter terutama bagi anak-anak. Dengan melestarikan dan menjunjung tinggi budaya sendiri, sehingga harapannya tidak akan dilupakan akibat budaya-budaya dari barat. Dirinya juga menambahkan bahwa kegiatan kali ini terbilang lebih besar bahkan dari tahun-tahun sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Ini adalah bentuk Bhinneka Tunggal Ika, dan tadi juga kita lihat ada banyak anak-anak. Tentu, ini juga menjadi salah satu pendidikan karakter. Bahwa ini loh ada budaya, ini loh harus kita peringati. Jangan sampai ini terlupakan akibat budaya dari barat. Justru kita harus menjunjung dan memperbesar, dan Alhamdulillah kali ini lebih besar bahkan sebelum pandemi Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Kota Semarang sekaligus wakil ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Semarang I Nengah Wirta Dharmayana menyampaikan harapannya terkait Karnaval Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh sebagai upaya untuk membangun kerukunan Umat beragama dan memantik para pegiat seni kota Semarang untuk terus berkreasi.

“Harapannya kegiatan ini dapat membangun kerukunan umat beragama di kota Semarang dan ini juga merupakan ajang untuk memantik para pegiat seni di kota Semarang. Karena Kota Semarang tidak punya ciri khas seni tersendiri. Sehingga dengan kegiatan ini, siapa tahu pegiat-pegiat seni kota Semarang akan bisa menciptakan seni baru yang merupakan khas seni kota Semarang,” tandasnya.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih besar lagi, lebih banyak kelompok etnis ikut serta dalam kegiatan ini. Karena ini merupakan salah satu cara untuk membangun kerukunan, saling mengerti, saling bertemu, saling berkreasi. Ini adalah salah satu cara yang cukup efektif untuk membangun kerukunan,” imbuhnya.

Karnaval Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh merupakan kegiatan tahunan kota Semarang yang telah terselenggara sejak tahun 2010 dan sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Sementara untuk rute pawai kali ini juga berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimulai dari Balaikota Semarang melewati jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran hingga berakhir di Simpang lima. (pemkotsemarang)

No More Posts Available.

No more pages to load.